Hui Jia 回家

Lukas 15:11-32

Inti sari hati Bapa bukanlah ttg siapa sulung dan bungsu, siapa yang benar siapa yang salah..

Ke mana si Bapa saat si bungsu melarat ?
Apakah si Bapa mnjadi putus asa, melarat atau menjadi kuat, tambah kaya ?

Jelas sang Bapa menjadi bertambah kuat, bertambah kaya dan berkelimpahan

Kalo kita mengasihi seseorang jangan mengasihi dengan agenda tersembunyi, tapi kasihi dengan kelimpahan roh dlm diri kita.. Hati murni!

Hati Bapa selalu mencari2 alasan utk ingin memberkati..

Saat sang Bapa melihat anaknya, ia langsung berlari dan merangkulnya..
Sang ayah tidak seperti yang kita bayangkan, seorg yang tua renta tapi masi gagah menunggu di depan pintu dan berlari merangkul anaknya saat sang anak melihat di depan gerbang kekayaan ayahnya sudah berlipat-lipat banyaknya hingga si bungsu tidak bisa berkata-kata..

Mengapa anaknya tidak mngatakan kalimat yg ia rencanakan ?
Karena kekayaan ayahnya sudah bertambah bahkan hamba2 nya sekarang berada di tempatnya dulu.. Kalo iya ingin menjadi hambanya berarti sama dengan ia mengambil warisan ayahnya sekali lagi karena posisi hambanya sekarang sudah sekaya apa yang didapat si bungsu..

Bukan tentang siapa benar siapa salah, karena kalo mngingat-ingat yang dulu ngga akan ada habisnya..

Hati Bapa selalu mencari-cari alasan untuk memberkati..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: