Monthly Archives: July 2012

Hati Untuk Bangsa

Track List :
1. Sidney Mohede – Surga Dengarlah
2. Alvin Kurniawan – Bagi Yang Terhilang
3. Adon Bobby Franky Alvin Billy Disciples – Kukan Bangkit
4. Rhea Winny Martha – Bagi Indonesia
5. Welyar Kauntu – Melayani Mengasihi
6. Meda Kawu – Indonesia Bagi KemuliaanMu
7. Adon – Pulihkan Bangsaku
8. Life Tree – Doa Kami
9. Glorify The Lord Ensemble – Tuhan Pulihkan
10. Oxygen True Worshippers Youth – Raja Yang Agung
11. Disciples – Satukan Hati

Heal Our Land

Worship is not contained on one continent. It is not held back by boundary lines or borders. And few bands know this as fully as Planetshakers. Hailing from Australia, this praise and worship band has united believers with their music around the world. From their home in Melboure, Australia to the USA, Europe, United Kingdom, South Africa, and Southeast Asia. They continue bringing worshipers together on this release, which builds the momentum with this powerful worship DVD/CD set that elevates praise to an electric level.

Audio Mixer: Joth Hunt.

Recording information: Hisense Arena, Melbourne, Australia.

Photographers: Alvin Wong; Cielo Fenn; Tom Pipella; Zaldy Infante.

Personnel: Steven Sowden, Natalie Ruiz, Matt Garner, Israel Houghton, Chelsi Nikkerud, Suresh Kandasamy (vocals); Joth Hunt, Dave Fallowfield, Henry Seeley (guitar); Brian “Bj” Pridham (acoustic guitar, keyboards); Mike Webber (drums).

DJ: Pablo Tymosyuk.

Tracklist:

Disc 1 – CD

Supernatural

Good To Me

Do It Again

Heal Our Land

Strength Of My Life / Hold Onto Me

Hallelujah To The Lord

You Have It All

Power

It’s You

No One Like You

Running To You

Disc 2 – DVD

Supernatural

Good To Me

Do It Again

Nothing Is Impossible (feat. Israel Houghton)

Heal Our Land

Strength of My Life

Hallelujah To The Lord

You Have It All


Cornerstone -2012

Cornerstone is the twenty-first album in the live praise and worship series of Christian Contemporary music by Hillsong Church. It was recorded at the Allphones Arena in Sydney Olympic Park, Sydney Australia, the Sydney Entertainment Centre and the Hillsong Convention Centre by Reuben Morgan, Joel Houston, Darlene Zschech and the Hillsong Worship Team on the 30 October 2011 and the early part of 2012.

“Together, we are His house, built on the foundation of the apostles and the prophets. And the cornerstone is Christ Jesus Himself” (Eph 2:20 NLT).

Recorded with tens of thousands in worship, this album captures the heart and sound of Hillsong Church globally and represents the coming together of the Hillsong worship team from around the world; including Reuben Morgan, Joel Houston, Ben Fielding, Annie Garratt and Darlene Zschech, Hillsong UNITED, and international teams from London and Stockholm.

Hillsong LIVE remains committed to inspiring and empowering the authentic worship of Jesus and resourcing the Body of Christ, everywhere.

The standard edition of Cornerstone is notable for being the first Hillsong Live album not to feature Darlene Zschech as a lead vocalist.

Release Date: 2 July 2012

Tracklist:

1) Endless Light

2) Beneath The Waters (I Will Rise)

3) Cornerstone

4) I Surrender

5) All My Hope

6) Grace Abounds

7) Running

8) Children of the Light

9) Stand In Awe

10) Love Knows No End

11) Greater Than All

12) Love So High

13) I Desire Jesus

14) Praise Him


FAVOR

Menyongsong tahun 2012, JPCC Worship – True Worshippers akan mengadakan live recording concert sebagai perayaan ucapan syukur dan deklarasi atas kasih karunia Tuhan yang begitu besar atas gereja-Nya. Kami percaya bahwa kasih karunia Tuhan tidak akan berhenti mengikuti dan meberkati kehidupan anak-anak-Nya. Seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.” (1 Kor 2:9)

List lagu :
* Opening
* Come Awake Oh My Soul

* Open The Sky

* Dia Raja

* Oh The Wonder Of Your Love

* Bersamamu
* Kau Yang Layak

* Besar Di Dalamku
* Besar Di Dalamku
* Kau Saja
* Anug’rah Terbesar

* Karna Salib-Mu
* Jesus It Is You

* Favor


BESAR DI DALAMKU

SELANGKAH DEMI SELANGKAH, KU MAJU TIADA LELAH
SEKALIPUN KUBERJALAN DALAM LEMBAH KEKELAMAN
KU TAK TAKUT, KU TAK GENTAR, SEMUA MUSUH GEMETAR

IMANKU TAK PERLU BESAR, CUKUP SEBUTIR PUN DAHSYAT
KAR’NA DIA YANG BEKERJA, BUKANLAH KUAT GAGAHKU
KU TAK TAKUT, KU TAK GENTAR, SEMUA MUSUH GEMETAR
SEMUA MUSUH GEMETAR

YESUS TUHAN ENGKAU YANG S’LALU BEKERJA
DI DALAM HIDUPKU DAN T’LAH MENJADI KUATKU
S’KARANG AKU S’LALU ‘KAN MENINGGIKAN-MU
KESETIAAN-MU BESAR DI DALAMKU

BILA KAU DI SISIKU, PADA SIAPA KU TAKUT
KAR’NA KAULAH PERISAI DAN KUATKU


Mazmur 34:12-15

Marilah anak-anak, dengarkanlah aku, takut akan TUHAN akan kuajarkan kepadamu!

Siapakah orang yang menyukai hidup, yang mengingini umur panjang untuk menikmati yang baik?

Jagalah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu;

jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, carilah perdamaian dan berusahalah mendapatkannya!

1. Jaga lidahmu terhadap yang jahat

Amsal 10:20 berkata, “Lidah orang benar seperti perak pilihan, tetapi pikiran orang fasik sedikit nilainya.”

Jagai apa yang keluar dari lidah kita, jangan pakai lidah kita untuk hal-hal yang jahat, berkata-kata kotor dan hal lainnya yang bertentangan denga kebenaran firman Tuhan

2. Bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu

Dalam Amsal 16:13 dikatakan, “Bibir yang benar dikenan raja, dan orang yang berbicara jujur dikasihi-Nya.”

Jangan keluar dari bibir kita ucapan-ucapan yang menipu. Banyak orang berkata kita boleh berbohong kalau demi kebaikan, bohong y a tetap bohong tidak ada bohong putih. Dan berbohong itu adalah dosa..

3. Jauhilah yang jahat

Jangan kita terlalu merasa hebat dengan diri kita dan berusaha dengan kekuatan kita untuk menghadapi dunia ini. Jangan hidup mengikuti arus dunia, karena arus dunia akan menyeret kehidupan kita pada kesenangan duniawi yang sementara.

1 Korintus 15:33 mengatakan, “Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.”

4. Lakukanlah yang baik

Keluarkan apa yang baik dari pemikiranmu, perkataanmu dan perbuatanmu..

5. carilah perdamaian dan berusahalah mendapatkannya!

Kita harus hidup takut akan Tuhan! Bagaimana hidup takut akan Tuhan ?

Dengan menjaga hidup kita baik dan benar di hadapan Tuhan. Dalam Roma 12:1-2 dikatakan “11 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. 12 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”

Jangan kita menjadi serupa dengan dunia karena tubuh kita adalah persembahan yang hidup yang harus kita jagai kudus dan berkenan pada Allah. Berubah oleh pembaharuan budi kita, ikut kehendak Allah, apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Kita perlu menjagai apa yang ada di dalam pikiran kita, apa yang kita perkatakan, dan apa yang kita perbuat.

Sudahkah kamu menjadi garam dan terang dunia melalui pikiranmu, perkataanmu dan tingkah lakumu ?

Sudahkah kamu menjadi contoh yang baik dan hidup dalam kebenaran ?

 


Edith Burns – San Antonio

Edith Burns

Edith Burns adalah seorang wanita Kristen yang luar biasa, tinggal di San Antonio. Ia memiliki kebiasaan memperkenalkan dirinya sendiri kepada semua orang. “Halo, nama saya Edith Burns. Apakah Anda mempercayai Paskah?” demikianlah ia selalu bertanya. Selanjutnya, ia akan menjelaskan arti paskah pada orang yang ditemuinya, dan melalui  dia banyak orang percaya.

Suatu ketika laporan laboratorium mengatakan bahwa Edith terkena kanker, dan tidak akan bertahan hidup lebih lama. Namun, semua orang di tempat dia dirawat kagum padanya, kecuali Phyllis Cross, kepala perawat.

Setiap kali Phyllis Cross mendapat giliran untuk merawat Edith, Edith selalu memberikan senyuman yang lebar dan berkata,

“Phyllis, Tuhan mengasihimu, dan aku telah berdoa untukmu. Bahkan aku meminta agar Tuhan tidak memanggilku terlebih dahulu sebelum kamu bertobat.”

Tetapi Phyllis menolaknya berulang kali dan berkata, “Hentikan saja doamu karena tidak ada gunanya bagiku.”

Suatu hari Phyllis Cross seperti ditarik magnet masuk ke dalam ruangan Edith. “Edith, kamu selalu bertanya kepada setiap orang apakah mereka mempercayai paskah. Tetapi, kamu tidak pernah menanyakannya kepadaku.” Dengan senyumnya Edith menjawab, “Phyllis, sebenarnya saya ingin, tapi TUhan menyuruhku untuk menunggu waktu yang tepat, saat kamu sendiri yang memintanya.”

Edith kemudian membuka Alkitabnya dan menceritakan Paskah, mulai dari kematian sampai kebangkitan Yesus Kristus. Sesudah itu, ia bertanya, “Phyllis, percayakah kamu pada Paskah?”

Saat itu menjadi saat paling bersejarah dalam hidup Phyllis Cross, karena waktu itu adalah untuk pertama kalinya ia mengundang Yesus Kristus masuk dalam hatinya.

 

Sebuah tempat di Sorga

Pada hari Minggu paskah, Phyllis datang ke rumah sakit dengan membawa sekuntum bungan lili kesukaan Edith, serta mengucapkan selamat Paskah. Namun, ia terlambat. Edith telah meninggal dunia.

Waktu itu tangan kiri Edith ada di atas Yohanes 14, “Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan dating kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.”

Sedang tangan kanannya ada di atas Wahyu 21:4, “Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.”

Ada senyum manis di wajah Edith. Phyllis menatap Edith yang telah meninggal itu dengan air mata yang mengalir di pipinya. Ia pun berkata, “Selamat Paskah, Edith.”

Phyllis Cross meninggalkan Edith dan berjalan keluar. Saat bertemu dengan dua orang perawat, ia berkata, “Hai, nama saya Phyllis Cross. Apakah kamu percaya pada Paskah?”

Bagaimana dengan dirimu ?

Sudahkah Yesus Kristus menjadi juruselamatmu dan tinggal dalam hidupmu ?

Sudahkah kamu membawa kabar gembira tentang keselamatan, tentang Yesus Kristus pada orang di sekelilingmu ?